Membeli bisnis waralaba franchise dipersepsikan banyak individu sebagai bisnis yang pasti untung, pasti sukses, cepat kaya, tidak perlu repot-repot atau tinggal ongkang kaki. Benar kah hal tersebut?

Mudahnya Berbisnis Franchise Bagi Franchisee

Ketika majalah info franchise menurunkan headline franchisee- franchisee sukses pada oktober 2006 yang lalu, banyak respon yang masuk ke meja redaksi kami. Sejumblah blog juga tampak mengomentari isi headline tersebut. Salah satunya dari sebuah blog milik johanes Anton Witono, pria kelahiran sorong-papua yang saat ini menjabat sebagai pegawai perusahaan migas.

peluang-usaha-franchise

Di dalam blog-nya, http://neotb.blogspot.com johanes menuturkan , selama liburan lebaran di solo kemarin, saya menghabiskan membaca majalah info franchise edisi oktober 2006. Yang menarik perhatian saya adalah artikel utama pada cover depan majalah, yakni tentang franchisee-franchisee sukses. Artikel tersebut menurunkan tulisan tentang bagaimana kesuksesan bisnis franchisee itu di tentukan faktor terbesarnya oleh franchisee bukan hanya franchisor. Padahal, paradigma yang selama ini berkembang di masyarakat bahwa dengan membeli franchise, pengusaha tinggal angkat kaki dan meneri ma profit. Ternyata paradigma tersebut tidak sepenuhnya benar 100%, ungkapnya.
Paradigma seperti diatas sering kami jumpai. Dalam beberapa kesempatan Andri (bukan nama sebenarnya) seorang franchisor bisnis pendidikan mengutarakan akan sikap franchisee-nya yang acuh. Bayangkan, dalam dua tahun berjalan hanya dua kali dia melakukan kunjungan ke outlet. Tidak hanya itu, program training yang sudah disusun unruk kepentingannya tidak digubrisnya sama sekali. Paling pahitnya, franchisee meminta cepat-cepat memetik untung sesuai yang dijanjikan franchisor.
Berbeda dengan apa yang dialami Andri, Ikhsan (bukan nama sebenarnya) lebih cerdik dalam meminang calon franchisee-nya. Ia menerapkan proses seleksi yang sangat ketat. “memang mencri franchisee yang ideal, bukan perkara mudah rata rata dari 50 orang yang mengajukan menjadi franchisee, hanya 2 – 3 yang saya setujui dan memenuhi syarat, “ujarnya. Kenapa ? “bukan mereka tidak memiliki modal, tapi rata rata calon franchisee yang mengajukan hanya ingin sekedar menanamkan uang atau sebagai investor, tanpa mau bersusah payah menjalankan unit bisnisnya, “jawabnya.
Dari cerita tersebut kita mendapat banyak pembelajaran. Persepsi ongkang ongkang kaki sudah selayaknya dibuang jauh-jauh. Pasalnya, dalam bisnis apapun tidak mengenal adanya jaminan sukses, paling top jaminan yang diberikan franchisor adalah take over outlet jika memang benar-benar gagal.
Memang, ada beberapa bisnis franchisee yang menawarkan franchisee-nya tidak perlu repot-repot untuk mengurusi outlet-nya semuanya sudah dikerjakan oleh franchisor dan franchisee tinggal memetik hasil. Tapi hal ini bukan tipe sesungguh-nya dari bisnis franchisee. Dari beberapa literatur franchisee, franchisee dituntun keterlibatan lebih gigih dalam upaya menghasilkan profit dan mencapai sukses.

TIPS Management Bisnis Untuk Franchisee

Membeli bisnis franchisee memang sebagai jalan pintas untuk menjalankan sebuah bisnis yang sudah mapan terlebih didukung dengan prosedur dan sistem yang sudah dikembangkan oleh franchisor. Tentu berbekal hal tersebut akan lebih meminimalkan dari kebangkrutan usaha.Namun perlu dicatat juga dalam bisnis franchise selain modal yang cukup tentu diperlukan sikap yang kuat untuk menyukai peluang bisnis yang akan dijalankan. Pasalnya, dengan Anda menjiwai bisnis tersebut masuk di dalam hati anda tentu akan semakin mempermudah langkah anda menuju sukses.

contoh-usaha-franchise

Didalam bisnis franchisee juga diperlukan sikap motivasi yang tinggi serta bekerja keras untuk mensukseskan bisnisnya. Tidak hanya itu saja seorang franchisee juga harus memiliki sense bagaimana menjalankan bisnisnya. Berikut beberapa tips untuk anda seorang franchisee atau calon franchisee :

1. Anda harus menyukai bisnis franchisee yang anda pilih jika anda tidak menyukai bisnis tersebut tentu passion andal dalam mengembangkan bisnis franchise tersebut tidak akan optimal.
2. Seorang franchisee juga harus mengerti karakteristik pasar sehingga anda lebih gampang membidik peluang pasar tersebut.
3. Anda harus membangun jiwa leadership anda, karena bagaimanapun juga, anda memiliki karyawan yang dalam hal ini membutuhkan arahan, motivasi serta kontrol dari anda dalam operasional outlet anda.
4. Gali terus kemampuan managerial yang anda miliki sebagai pemimpin, karena anda lah yang melakukan fungsi management, mulai dari perncanaan, kontrol hingga evaluasi karyawan anda.
5. Melakukan kontroling usaha menggunakan fasilitas sistem yang telah disediakan oleh franchisor karena system tersebut sudah lengkap dan mudah digunakan.
6. Melakukan promosi dan program yang tepat bersama franchisor dan dalam menghadapi kendala lakukan tips-tips yang diberikan franchisor serta bagikan semua persoalan anda untuk dipecahkan bersama franchisor.
7. Melakukan pendekatan secara pribadi dengan belajar menguasai produk sehingga customer puas dengan penjelasan kita
8. Menjaga mutu usaha anda dengan menjalan SOP dengan benar.
9. Harus banyak menyediakan waktu, tenaga dan pikiran untuk bisnis anda.
10. Fokus pada diri sendiri untuk get better sehingga bisa menguasai externak.
11. Memberikan edukasi kepada konsumen dan raih kepercayaan mereka.
12. Melakukan marketing strategi untuk menjemput bola.
13. Menunjukan dedikasi dan komitmen untuk meraih tujuan, saling percaya dan bekerja sama yang baik dengan franchisor.
14. Terlibat secara langsung dalam bisnis anda akan menunjukan seberapa serius anda berhasil dalam bisnis tersebut serta mengukur seberapa jauh tingkat kepuasan anda terhadap bisnis yang anda jalankan.
15. Meminta kepada franchisor untuk selalu menyediakan produk-produk up to date dan berkualitas dan laku di pasar.
16. Bila tidak secara langsung dalam bisnis ini, delegasi kan kegiatan operasional kepada orang yang tepat, membuat sistem laporan yang rapi dan tertib.
17. Pengenalan daerah yang mempunyai karakteristik khusus harus selalu dikomunikaiskan dengan franchisor sehingga tercipta saling pengertian atas tindakana-tindakan atau program yang kita lakukan dilapangan.
18. Ketahui kelemahan dan kelebihan bisnis kita dimata pesaing dan ketahui juga kelemahan dan kelebihan pesaing sehingga bisa memanfaatkan kesempatan yang ada dan bisa mempertahankan dan memperkuat posisi di pasar
19. Setiap bisnis yang harus dilakukan dengan motivasi yang tinggi dan harus bekerja keras.
20. Kendati sudah ada sistem dan prosuder dari franchisor, anda juga harus membuat strategi dan action plan disetiap waktu agar dapat meningkatkan kinerja bisnis dari waktu ke waktu.
21. Salah satu cara untuk menghemat waktu pembelajaran tentang franchisee adalah dengan lebih banyak membaca buku maupun majalah-majalah terkait bisnis franchisee.
22. Memberi solusi apabila terjadi permasalahan di outlet anda, baik masalah pribadi karyawan maupun masalah yang ada di dalam outlet, memberikan ide dan gagasan untuk memajukan bisnis dan selalu memotivasi karyawan agar mereka selalu bersemangat dalam bekerja

Pantangan bagi franchisee :

1. Tidak tahu bisnis yang digeluti. Kondisi ini bisa berbahaya bagi bisnis franchisee itu sendiri, sebab kesalahan awal ini bisa berakibat gagalnya bisnis yang seharusnya memberikan keuntungan.
2. Terlalu mengikuti perasaan bila franchisee terlalu mengikuti perasaan maka pertimbangan rasio menjadi tidak ada lagi dan hal ini akan membuat franchisee tidak jeli lagi dalm memilih dan membeli bisnis waralaba
3. Tidak mau tahu, semua diserahkan kepada franchisor. Fakta ini masih sering terjadi dan harus dibuang jauh jauh oleh franchisee. Dalam franchisee, faktor franchisee memegang kendali penting untuk keberhasilan sebuah bisnis franchisee.
4. Tidak memiliki kemampuan dikategori yang dipilih. Setiap franchisee memiliki karakter yang berbeda. Tidak semua bisnis bisa cocok untuk setiap orang. Karena itu, pilih bisnis harus disesuaikan dengan karakter peminat atau franchisee. Bila karakter bisnis yang dipilih cocok, maka franchisee bila menjalaninya dengan nyaman dan semangat
5. Pilih franchisor yang jelas. Anda harus bisa membedakan franchisee dan bussines oportunity.